
Perusahaan yang telah melakukan proses implementasi terhadap sistem sertifikasi ISO 22000 diharapkan dapat menerima manfaat terbesar dari program sertifikasi tersebut. Salah satu benefit yang didapatkan oleh perusahaan dari program sertifikasi yang dimaksud adalah adanya kegiatan audit yang dijalankan secara berkala di perusahaan sebagai bentuk evaluasi terhadap penerapan Sistem Manajemen ISO 22000 yang dijalankan di dalam perusahaan tersebut.
Program audit itu sendiri menjadi suatu bentuk pengembangan sistem operasional yang penting dalam penerapan sertifikasi ISO 22000. Selain menjadi kewajiban utama, karena menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari kepentingan program ISO itu sendiri. Kuatnya internal audit yang dimiliki oleh perusahaan menjadi kunci dalam proses perbaikan berkesinambungan serta membentuk budaya kerja positif, dimana aspek profesionalisme terukur dan terdeteksi melalui kegiatan audit itu sendiri.
Lalu bagaimana cara untuk menetapkan tim internal audit yang tangguh dalam perusahaan.
LANGKAH PERTAMA: PENETAPAN TIM AUDITOR
Perusahaan melakukan proses penunjukkan terhadap tim auditor yang akan melakukan proses audit tersebut. Perumusan tim auditor yang ditetapkan harus melalui seleksi dari perusahaan. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah kompetensi dari auditor yang akan dipilih. Kompetensi yang ditetapkan adalah pengetahuan yang dimiliki oleh auditor tersebut, kemudian aspek kemampuan interpersonal dari diri auditor itu untuk menyampaikan materi audit dan yang terpenting adalah pengalaman bekerja yang dapat membantu auditee (pihak yang diaudit) untuk memahami permasalahan dan tata cara pemecahannya.
LANGKAH KEDUA: PELATIHAN AUDIT
Meskipun sudah berpengalaman, tidak ada salahnya perusahaan menjalankan program pelatihan yang akan dilakukan untuk proses dan kegiatan audit tersebut. Dalam program ISO 22000, pelatihan yang dibutuhkan meliputi pelatihan terhadap pemahaman dari konsep Sistem Jaminan Keamanan Pangan, yang meliputi GMP (Good Manufacturing Practice), HACCP (Hazard Analytical Critical Control Point), serta klausul-klausul yang termuat dalam Sistem ISO 22000 itu sendiri. Kegiatan pelatihan yang dibuat juga harus dipastikan dapat didesain secara tepat dan akurat untuk program seleksi terhadap tim auditor yang akan menjalankan program audit itu sendiri. Dimana seleksi yang tepat dapat secara positif dapat mengoptimalkan penerapan kegiatan audit internal yang dijalankan dalam perusahaan.
LANGKAH KETIGA: EVALUASI KINERJA AUDITOR
Dalam tim audit, manajemen perusahaan harus menunjukkan lead auditor yang berguna untuk melakukan kegiatan evaluasi terhadap kinerja auditor yang menjalankan proses audit itu sendiri. Proses evaluasi yang dijalankan meliputi dari performa interpersonalnya, bagaimana kinerja auditor dalam membuat laporan serta analisis dan daya kemampuan untuk mendeteksi ketidaksesuaian dari program audit internal yang dimaksud.
Dari ketiga langkah tersebut kemudian dilakukan proses tindakan pelatihan lanjutan untuk mengasah kekuatan auditor dalam menjalankan proses audit. Perusahaan sebaiknya melihat proses pengembangan program audit ini sebagai suatu nilai positif yang seharusnya dikembangkan dalam perusahaan untuk memiliki sistem yang kuat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap proses impelementasi sistem ISO di dalam perusahaan. (amarylliap@yahoo.com, 087884378754)